Produksi Drumband: Cerita 1

Sudah dua hari ini Yanto tidak kelihatan di rumahnya, di tempat produksi drumband hanya kelihatan dua orang karyawan yang entah sok sibuk atau memang sibuk mondar-mandir. Selintas seperti orang bingung saja kalau diperhatikan.

Yanto adalah seorang pengusaha muda yang menggeluti produksi drumband untuk anak Tk Sd Smp dan Sma. Kepergiannya memang bukan tanpa alasan, tetapi merupakan sebuah tanggungjawab yang harus Ia emban sebagai kepala keluarga sekaligus pemimpin sebuah perusahaan ternama, didesanya.

Ia pergi sejak hari Sabtu siang menuju bandara selanjutnya bermaksud ke Makassar. Tujuannya adalah ingin memasarkan produk drumband dan marchingband langsung ke sekolah-sekolah di propinsi Sulawesi Selatan. Sebagaimana tahun kemarin, Yanto melakukan hal yang sama didaerah Sumatera. Dan hasilnya dapat dilihat sendiri dirumahnya. Yang dulu bisa dibilang jelek, rumah Yanto kini bagaikan istana, disana juga sudah terparkir dua mobil mewah.

produksi drumband

Dirumah itu kini hanya tinggal istri dan anaknya yang masih kecil seusia anak tetanggaku. Sepi dan seperti tidak ada kehidupan sama sekali. Beruntung saat Yanto pergi kali ini Ia meninggalkan beberapa pekerjaan untuk karyawannya sehingga menambah ramai suasana dirumah itu.

Cerita ini bukan kisah nyata produksi drumband

Dua pesanan alat drumband SMA dari sekolah di Kabupaten tempat tinggal Yanto beberapa hari yang lalu masuk. Pengrajin marchingband Yanto, begitulah orang-orang mengenal seakan memberi tanda yang melekat pada usaha miliknya.

Hari ini, Senin dan jam menunjukkan pukul 09.00 tepat ketika istri Yanto sedang menjemur pakaian anaknya di samping rumah. Sementara itu karyawan masih mondar-mandir di ruang produksi sambil sesekali kedengaran beberapa ucapan ditelinga Narti, istri Yanto.

“Min, si bos pulang kapan ya? Pekerjaan ini harus selesai kapan? Soalnya akua da rencana libur tiga hari mulai Jum’at”. Tanya Parno kepada Parmin yang sejak tadi jalan melulu mengitari raungan sambil sesekali memungut sesuatu.

“Kalau tidak salah si Bos mau pergi dua minggu No. Ya kalau ada urusan libur saja nanti aku selesaikan sendiri pesanan ini”. Jawab Parno memberi solusi kepada kawannya.

Di depan rumah Yanto, Nampak seorang anak muda Nampak kebingungan sambil sesekali melongokkan kepala ke halaman rumah.

“Ada apa mbak, saya perhatikan kok seperti mencari sesuatu?” Tanya Narti.

“Maaf bu, saya sedang mencari pengrajin drumband kata bapak-bapak yang di sana tadi bilangnya didaerah sekitar sini”. Jawab wanita itu.

“Iya mbak, disini tempat memproduksi alat drumband dan marchingband satu-satunya, ada yang bisa dibantu mbak?” Jawab Narti sambil bertanya dan tersenyum berselimut penuh harapan.

Tahukan apa rasanya seorang penjual ada orang datang, kira-kira mau ngapain ya?

“Syukurlah bu, akhirnya ketemu juga”. Jawab wanita itu sambil menaruh helm yang sejak tadi dipeluk didadanya. Dalam benaknya syukurlah ketemu juga produksi drumband yang aku cari-cari.

“Silahkan masuk mbak, duduk saja di tempat itu ya, sebentar saya beberes ini dulu”. Narti mempersilahkan Wanda untuk masuk.

Wanda adalah nama tamu itu yang akhirnya diketahui melakukan pemesanan alat drumband lima unit yang harus selesai selama dua minggu. Selama ini Yanto memang dikenal selalu menyelesaikan setiap pesnaan tepat waktu. Mungkin hal itulah yang menjadikan usaha Yanto terus berkembang mengikis kerasnya persaingan antar pengrajin drumband diwilayah lain.

Beruntunya lagi Yanto memiliki karyawan yang penuh tanggungjawab dan setia, mereka beerasal dari luar kota yang sengaja Yanto datangkan karena keahlian yang dimiliki.

Beberapa bulan lalu saya kerumah Yanto dan sempat berbincang-bincang dengan seorang karyawannya. Dia mengatakan kalau sangat senang bisa bekerja ditempat Yanto, “saya merasa beruntung Alloh memberikan saya Juragan yang baik hati seperti pak Yanto, orangnya sangat perhatian dan tidak pernah marah sama sekali”. Begitu kurang lebih ucapan salah seorang karyawan Yanto waktu itu.

Pengrajin drumband yang dikelola Yanto memang dibangun dari nol, dari susah payah ketika keluarganya dalam keadaan terpuruk. Pernah pada waktu itu saya bertemu dengan Yanto langsung dan sempat berbincang-bincang, beliau mengatakan kalau pernah jatuh bangun alam berbagai usaha. Disitulah Tuhan ingin mengubah kita menjadi lebih baik jika kita mau berpikir, itu bukan hukuman. Intinya harus bersabar dan tawakal. Ucapan Yanto yang masih teringat sampai saat ini.

“Jadi disini benar pengrajin alat drumband ya bu?” tanya Wanda kepada Narti yang duduk saling berhadapan. “Maksud kedatangan saya ingin memesan alat drumband untuk beberapa sekolah di kota saya bu”.

“Benar mbak, disini adalah pengrajin alat marchingband atau alat drumband atau apalah namanya, soalnya kalau saya sendiri tahunya ya drumben gitu aja.” Canda Narti karena bahadia akan mendapatkan pesanan banyak.

“Ngomong-ngomong mbaknya kok bisa kemari tahu darimana awalnya?” Narti balik bertanya.

“Oh kemarin saya dan kawan-kawan sempat melihat-lihat di Internet, ya gimana ya bu, jujur kami cari perbandingan lah. Dimana yang melayani jual drumband dengan harga murah namun kualitasnya terbaik. Nah, saya menemukan website produksi drumband yang alamatnya di desa ini. Langsung deh teman-teman pada nunjuk saya untuk datang langsung”. Terang Wanda yang hanya ditanggapi Narti sambil melongo.

“Kedatangan saya bermaksud membeli alat drumband SD untuk lima sekolah bu” namun harus selesai dalam waktu 2 minggu kedepan. Maklumlah mau ada pemeriksaan penggunaan dana jadi harus ada laporan keuangan dan bukti penggunaannya. Apakah masih bisa bu?” Tanya Wanda yang harap-harap cemas.

“Begitu ya mbak, ehm sebentar mbak sebenarnya yang tahu masalah itu sepenuhnya suami saya. Tapi karena suami saya bar uke Sulawesi jadi gimana ya.” Narti bingung.

“Tolonglah bu, soalnya budgetnya memang sudah sesuai sih dengan harga penawaran dari website drumband ibu.” Pinta Wanda.

“Atau telpon suami saya saja ya mbak, biar bapak yang kasih jawaban bisa tidaknya. Terus terang saja kalau saya tidak bisa memberi keputusan.” Narti memberi solusi.

Lumayan lama Wanda berbincang di tempat produksi drumband Yanto bersama Narti. Singkatnya Yanto ternyata menyanggupi permintaan wanda setelah koordinasi dengan Parno dan Parmin dua karyawan setianya.

Leave a Comment